Artinya, engkau harus mengenali bakat atau potensi yang diberikan oleh Allah kepadamu. Lalu manfaatkanlah sesuai dengan kodratnya masing-masing; baik dalam bentuk ilmu, amal ataupun pekerjaan. Karena, betapapun setiap orang tahu tempat minumnya, setiap arah ada yang menujunya, dan manusia di bumi ini bermacam-macam jenisnya.
Orang yang berakal akan berfikir akan berhasil menguasai bidang yang digelutinya dengan tekun dan istiqamah. Setiap orang bisa karena terbiasa. Barang siapa memperhatikan kehidupan para sahabat Rasulullah, niscaya akan mendapati bahwa setiap dari mereka memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing. Abu Bakar menjadikan setiap Ghanimah satu bagian.Akan tetapi, dalam menjalankan roda kekholifaan dan kepemimpinan, ia menjalankan dengan adil, zuhud, ikhlas dan jujur.
Jika engkau ingin menjadi pakar di bidang tertentu, baik dalam bidang keilmuan, pekerjaan ataupun keterampilan, selamilah dirimu dahulu, larutlah di dalamnya, terbakarlah dalam kecintaan padanya. Sebab, setiap manusia yang merindukan sesuatu pasti akan berusaha keras meraihnya sendiri sebagaimana dikatakan dalam syair berikut ini:

Lelaki sejati adalah orang yang tidak butuh kepada orang lain
Kemenangan terburuk adalah kemenangan orang bodoh
yang mengukurnya dengan keuntungan hasil dagangnya
Kalau tidak ada kesulitan, semua manusia pasti bahagia
Kemuliaan itu dicari ,keberanian itu butuh pengorbanan
Barang siapa hina akan selalu dihina
Tidaklah menyakitkan luka itu bagi orang mati
Kalau saja tidak karena nyala api
wangi dupa itu tidak akan tercium selamanya
Engkau ingin mencapai kemuliaan dengan mudah
tentu saja engkau harus merasakan sengatan lebah
Maka bersegeralah sebelum engkau tutup usiamu!
dan ingatlah bahwa tidak ada kata untuk istirahat siang dan malam
Jangan katakan:anak muda masih panjang jalannya
Renungkanlah, berapa anak muda yang telah kau kubur