FREEmium | Blogger Themes

FREEmium | Blogger Themes

Iam stupid, because of my pride


Aku hanya bisa tertawa dalam hati
Saat mendengar kata-katamu itu
Kau menganggap diriku gila tak berakal
kau seakan tak peduli sedikitpun kepadaku
Namun semua itu takkan mempengaruhi
Rasa cinta dan kasih sayangku padamu
Sebab hatiku hanya terpatri untukmu seorang

Mungkinkah aku terlalu bodoh untuk mencintaimu
Atau  aku yang terlalu berharap akan cintamu.....
Pepatah barat mengatakan:
"Even if they are sagacious
but they would become stupid when are loving"

Ya Râbb,,,,,,
Aku mencintainya karena-Mu
Kau yang telah menaruh rasaku terhadapnya
kau yang menciptakan cinta kasih sayangku kepadanya
Akankah Engkau membiarkan hatiku kering merana
laksana huruf alif yang tidak berharokat

sayang...........
aku harapkan balasan darimu secepatnya
bantulah diriku mengobati kegersanganku
yaitu dengan jawaban " ya.....akan aku balas"
walau hanya dengan gurami suara saja

bacalah kata-kataku dengan hatimu
Yang seakan-akan engkau melihatku
jika engkau tidak bisa melakukannya
maka yakinlah, bahwa diriku sedang melihatmu

( Episode 5 )


Jawaban Yang Tersirat


Ya Allah….Ya Râhman…..Ya Râhim
Betapa indahnya nikmatmu terhadapku
Kau mendatangkan bidadari yang begitu indah
Yang kau tampakkan berupa cahaya malam
Sungguh aku tak dapat mengatakan apa-apa
Kecuali rasa syukurku terhadap-Mu

Hatikupun tambah berbunga ria
Ketika mendapat jawaban darinya
Walaupun hanya secara tersirat saja
Entah aku salah menilainya atau terlalu PD
Tapi hatiku yang mengatakan demikian

Ya Râbb,,,,
Mengapa Kau biarkan cahaya malam itu
Menembus pertahanan benteng hatiku
Kau izinkan dia mengusai pikiranku
Aku tersiksa akan semua ini
Aku merasa sepi, gundah dan gelisah
memikirkan keindahan senyumannya
Dan kelembutan wajahnya yang bersinar
Seindah sinar keimanannya yang ia pancarkan

Kata hati hanya bisa didengar oleh hati………….

     [ Episode 4 ]


Kerinduan


Wahai cahaya malam………
Saat ini aku sangat merindukanmu
Aku ingin sekali mendekapmu erat-erat
Aku ingin kau selalu hadir dalam tidur panjangku
Hinggaplah di kerajaan cintaku
Pastinya kau akan kujadikan permaisuri cintaku

Aku yakin bahwa dirimu tahu akan rasaku padamu saat ini
Mungkin karena dirimu malu untuk mengakui semuanya
Atau memang ingin menguji ketulusan cintaku padamu

Andaikan kau tahu kebesaran cintaku padamu
Tentunya kau akan bahagia dengan iringan air mata
Sebab tiada seorangpun yang dapat melebihi cintaku padamu
Atau mungkin kau akan menangis air mata darah
Saat mengetahui pengorbanan cintaku padamu

Sekali saja kau ijinkan tanganku menggenggam tanganmu
Maka takkan pernah aku lepaskan hingga nafas terakhirku
Dalam hitungan detik kau telah menguasai hati dan pikiranku
Akankah kau telah menyihirku….
Ataukah inilah yang dinamakan dengan  cinta
Datang tanpa diundang, pergi menyisakan bekas luka….

Aku tahu, aku paham, bahkan menyadari
Bahwa diriku sangatlah tidak pantas untuk bersanding denganmu
Aku rela menjadi budakmu…
Atau yang lebih hina dari yang paling hina…
Jikalau itu merupakan syarat untuk mendapatkan cintamu……

     ( Episode 3 )


Kau Terlalu Indah Bagiku


Sampai sekarang cahaya malam itu masih tetap di sangkarnya
Dia memang gadis yang selama ini aku cari dan aku idamkan
Keindahan wajah dan senyumnya membuatku tersipuh malu di hadapannya
Sungguh dia terlalu indah bagiku

Tak ada seorangpun yang sanggup  lari dari tajamnya mata cintaku
Dan hanya dirinya yang sanggup menghindar dari semua itu
Sungguh aku semakin penasaran kepadamu hingga saat ini
 Aku harap kau adalah jodohku untuk saat ini dan seterusnya

Alangkah bahagianya jikalau diriku bisa memiliki dirimu seutuhnya
Akankah kau dapat merasakan apa yang aku rasakan saat ini
Akankah kau dapat memahami hatiku saat ini
Akankah kau dapat mengerti gelora cintaku padamu saat ini
Aku merana kesepian menanti dirimu yang selalu mendekam dalam sangkar
Akankah kau selamanya begitu
Padahal aku setia menunggumu sampai kau jatuh dalam pelukanku
Sungguh tak dapat aku bayangkan
Betapa bahagianya hatiku jikalau hatimu kau serahkan kepadaku
Alangkah tenangnya hatiku jikalau perahuku kau terima di pantai cintamu

Pertama kali aku memandangmu aku merasakan hal yang berbeda
Kau seakan memberikan sinar dalam hatiku
Kau telah menerangkan hatiku yang sempat kalut penuh kabut
Kau memberikan kehidupan baru dalam perjalanan panjangku
Kau adalah anugerah terindah bagiku
Kau adalah tujuan hidupku yang sebenarnya

Keindahan wajah dan senyummu menyilaukan mataku
Aku menjadi bingung dibuatmu
Aku menjadi bungkam jikalau berada di hadapanmu
Aku seolah terasa hidup kembali dari tidur panjangku
Aku terasa menemukan cahaya baru dalam hatiku
Kau telah menyinari seluruh ruang hatiku

    (  Episode 2 )


Mengejar Cahaya Malam


Di kegelapan malam yang sunyi mencekam
Aku termenung sekaligus terkesima
Ketika melihat keindahan cahaya
yang mampu menyinari kegelapan mata dan hatiku
Cahaya itu bagaikan pelangi di pagi hari
Sinar dan warnanya begitu indah memikat
Tanpa celah sedikitpun menghinggapinya

Malam yang suram, sunyi, dan menakutkan
Malam, ketika hati dan pikiranku hambar
Malam, ketika aku ingin menangis dan tertawa
Berubah menjadi setetes kebahagiaan
Dan seakan memberikan secerca kehidupan dalam hatiku

Cahaya itu menyegarkan kembali hatiku yang sunyi
Aku terus menatap,  menatap  dan menatap cahaya itu
Tak satupun tersiah pandangan mataku terhadapnya
Di malam itu aku berkeyakinan dan bertekad
Untuk selalu dan selalu memandangi keindahannya

Namun ketika cahaya itu aku dekati
Dia seakan semakin menjauh dariku
Dengan meninggalkan coretan kecil di hatiku
Aku berlari dan berlari hanya untuk sekedar memandanginya
Diapun terus menjauh dari tatapan mataku
Siang menjadi malam, dan malam terasa menjadi siang
Aku berusaha mengejar dan memanggilnya
Hingga nafas dan suaraku terkikis

Aku mengerti dan aku memahami akan semua itu
Dan aku tahu mengapa dia melakukan seperti itu
Namun bagiku, tak ada kata untuk menyerah
Apalagi harus mundur dan berdiam diri

Suatu saat, dunia akan memujiku
Suatu saat, dia yang akan mengejarku
Dia akan bertekuk lutut di hadapanku
Meminta, bahkan meronta dan menangis
Untuk meminta segelas cinta kasih sayang
Yang pernah dia cabar dariku………..

      ( Episode 1 )

Apa sich sebenarnya cinta itu.........???

Cinta memang selamanya orang takkan bisa mendivinisikannya dengan sempurna
Dia tidak bisa diukur dalamnya, tinggi juga kadarnya...
Datangnyapun kita tak tahu dari mana......

Cinta seperti halnya kita, terlahir lalu tumbuh
lambat laun akhirnya subur tanpa sepengatahuan siempunya

Dia bisa nikmat, karena bumbu-bumbunya
Kasih sayang, perhatian, kesetiaan adalah setetes dari pelezatnya
tapi cintapun bisa membakar, meracuni dan membunuh orang yang dihinggapinya.......

Iam here.....here......and here....

Dearest behold.........The distances have gone
Iam here.....here......and here..
Beyond all bolders and encumbranses
Iam the secret you can never hide
Iam the gesture you can never forget
why are you suprised at these vibrations....?
Because Iam the sound of your heart
Listen, if you  can to the rhythms of your heart..

I and only Iam now on your thoughts
Iam in all your questions and your answers

I occupy all your dreams.....
Iam in the radiance of your sight
you can see me wherever your vision goes.........

You and I are Stupid

I couldn't tell you then, but Iam really sorry
so now I came to beg you for forgiveness
You and I are stupid, because of my pride
Iam destroying my self with the cigarattes and her
because you still love me

I don't remember from when it was
that I started to keep thinking about you
The thoughts would appear about twice
They kept expending and I felt a bit surprised
I kept thinking to my self that it was nothing
but it was awkward when I talked to you
Is it love...? if you are thinking the same thing
then is it a start for us...? my heart kepps loving you
 it's screaming for the whole world to hear
why is it that I hear it now....?
I've found love now that I've found you

I'm sorry for these words that are too late
I'll wait for you without a sense of  honor...

Menggali Nilai Progresifitas Dalam Wacana Islam Klasik





Judul               : Ususu al-Taqaddum  ‘Inda Mufakkirî al-Islâm Fî al-‘Ălami al-Arabî al-Hadîst
Pengarang        : Dr. Fahmi Jad’an
Penerbit           : Dâr-u as-Syurûq; General Organization of the Alexandria Library
Tebal buku       : 641 halaman
Resensator        : Ahmad Fawzi

Sebuah kebanggaan intelektual yang menyenangkan, jika kita bisa menuangkan ide dan pemikiran kita dalam sebuah buku. Adalah sebuah ironi, jika kita hanya mengumpat tanpa memberikan karya riil yang menggelegak, karena karya merupakan barometer yang menandai keberhasilan seseorang dalam meniti eksistensinya.

Layaknya tokoh-tokoh Barat kontemporer yang berhasil menciptakan karya-karya besar, baik diimplementasikan dalam bentuk buku maupun karya lainnya, dalam Islam juga muncul beberapa tokoh berpengaruh dan tercerahkan, semisal; Ali Abdu al-Râziq dengan kitabnya “al-Islâm wa Ushûlu  al-Hukmi”, Rifa’at Râfi’ at-Tahtawi dengan “al-A’mâlul kâmilah”nya, Abdur Rahman Badawi dengan “Madzâhibu al-Islamiyin”nya, Qâsim Amin dengan “ Tahriru al-Mar’ah”. Atau beberapa tokoh Islam yang pernah studi di Barat, semisal;  Anwar Abdul Malik dengan bukunya “Anthologie de la pensee pilitique arabe contemporaine” dan Dr. Fahmi Jad’an bukunya akan saya resensi pada edisi ini.
     
Jad’an lahir di Palestina pada tahun 1940, beliau adalah salah satu doktor sastra di Universitas Sorbonn, Paris. Kemudian menjadi pengajar filsafat dan pemikiran Arab Islam di berbagai Universitas, antara lain Saudi Arabia dan di Universitas Kuwait. Fahmi Jad’an menjadi orang yang paling disegani di Sorbonn maupun universitas-universitas lain yang tersebar di Paris. Di sana beliau sempat mendapatkan tanda mata berupa mendali di bidang akademiknya. Begitupun dalam bidang budaya, sastra dan seni, beliau memperoleh penghargaan yang cukup memuaskan. Bahkan sempat mendapat bintang penghargaan dari Sultan bin Ali al-Uways (Putra Mahkota Saudi Arabia) atas jasa-jasanya dalam bidang pendidikan. Dengan usaha dan kegigihannya, beliau menguasai 3 bahasa, yaitu; bahasa Perancis, Inggris dan Arab.
     
Mengkaji buah pemikiran beliau, tidak kalah menariknya dengan tokoh-tokoh di atas. Dalam sebuah buku yang bertajuk ”Ususu at-Taqaddum ‘inda Mufakkirî al-Islâm fî al-Âlami al-‘Arabî al-Hadist”, Jad’an berhasil memetakan pemikiran Islam poskolonialisme dengan apik. Kesuksesan beliau bukan disebabkan oleh faktor keturunan atau bahkan gelar akademis yang diraihnya, melainkan oleh kemauan, keberanian dan tekad yang kuat, sebab gelar akademis dan faktor genetis tidak akan berpengaruh banyak tanpa kemauan dan tekad. Buku yang dikarang oleh  Fahmi Jad’an ini dilengkapi dengan biografi beberapa ulama terkemuka. Diantaranya; Jamaluddin al-Afghani, Syakib Arsalan, Muhammad Taufik al-Bakri, Hasan al-Banna, Qâsim Amin, Thantowi  Jauharî dan lain-lain. Biografi tersebut jelas menjadi komplemen terhadap buku di atas sebagai bentuk penghormatan beliau terhadap mereka.

Karya Fahmi Jad’an tidak hanya sebatas pada satu buku, melainkan beberapa buku. Diantaranya; al-Wahyu wa al-Ilhâm fi al-Islâm (Perancis), Paris,1967, as-Syurûtul Ijtimâ’iyyah as-Tsaqâfiyyah Li al-Falsafati al-Islâmiyyah (Perancis), Paris, 1973, Manzilatu al-Malâikat-i fi  al-Ilâhiyyat-i al-Kawniyyah al-Islâmiyah (Perancis), Paris, 1975. Buku dengan judul “ Ususu at-Taqaddum ‘Inda Mufakkirî al-Islâm fi  al-‘Ălami al-Ărabi al-Hadist” adalah buku yang memiliki daya tarik terhadap para pembacanya, hingga diterbitkan tiga kali, dua diantaranya diterbitkan di Beirut pada tahun 1979 dan di Amman, Yordania pada tahun 1988.                                                                         

Buku setebal 641 halaman ini memberikan inspirasi tersendiri kepada kita, ia mampu melahirkan semangat baru dalam menatap hari esok yang lebih cerah. Sederhananya, buku ini menjadi guide yang siap mengawal kita ke arah pembaharuan yang dinamis. Dengan bahasanya yang khas, lugas, padat dan berisi, penulis telah berhasil menghimpun rahasia-rahasia sukses untuk  mengetuk bahkan mendobrak pemikiran Islam yang sekian abad stagnan dan kolaps.

Karenanya, apapun cita-cita kita, buku ini sangat tepat untuk kita baca. Kesuksesan penulis sebagai ulama terkenal dan penulis banyak buku best seller di negerinya ini membuat buku sederhana ini semakin menarik dan sangat disayangkan untuk dilewatkan, karena buku ini merupakan ide-ide progresif dari sang penulis.
     
Buku karangan cendikiawan muslim ini berisi pembahasan yang konfrehensif dan cermat sekali mengenai pemikiran Islam klasik. Ia terbagi dalam 6 pasal, yaitu Pertama, spirit progresifitas yang dibawa para ulama Islam klasik. Pemikiran Islam klasik menjadi kegelisahan tersendiri bagi Fahmi Jad’an, kegelisahan inilah yang mencoba untuk didobrak dan dianalisa ulang sebagai persembahan tulus penulis terhadap cita-cita Islam yang maju, egaliter dan progresif.

Kedua, esensi dan  tarikh (sejarah). Menurut beliau, seharusnya zaman bisa menghancur-leburkan  sebuah pemikiran seseorang. Dan semua itu tidak ditemukan dalam sejarah Islam. Beliau dengan tegas mengatakan, “Sesungguhnya  kaum muslimin bukanlah kaum muslimin.” Sebuah kalimat yang singkat namun mempunyai makna luas dan membetot. Dengan kalimat di atas,  beliau ingin mengatakan, bahwa kita tidak akan menjadi seorang muslim sejati, selama kita  jauh dari esensi Islam.

Ketiga, memasuki masa kontemporer. Pada bagian ketiga ini Fahmi Jad’an mengatakan, bahwa masa kontemporer pun akan terasa sulit untuk merubah pemikiran Islam ke arah yang lebih progresif, selama para cendekiawan hanya berkutat pada ilmu-ilmu yang diwariskan secara turun-temurun tanpa menyelidiki lebih jauh nilai relevansinya dengan dunia di mana kita hidup saat ini. Pada bagian ini Jad’an mengutip salah satu ulama pada era Napoleon Bonaparte, Hasan al-‘Atthar yang mengatakan, “Sudah seharusnya negara kita mengubah keadaan dan memperbaharui ilmu-ilmu pengetahuan yang tidak terdapat di dalamnya.”

Menurut Ibnu Khaldun, sebagaimana dikutip Jad’an, andaikan Khilafah Islamiyah ditegakkan, maka tentunya akan berbanding terbalik (inkompatibel) dari kenyataan yang ada.

Keempat, tauhid (aqîdah) menjadi inspirasi terhadap pemikiran kaum muslimin. Hadirnya perselisihan teologis dalam tubuh Islam, seperti; Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Syi’ah dan Khawarij menjadi awal timbulnya perselisihan politik dalam Islam. Sebagian pemikir Islam kontemporer sepakat untuk menjadikan ilmu kalam sebagai ilmu tersendiri yang menjadi bagian dari ilmu tauhid, sementara sebuah teori akan menjadi sebuah ilmu jika ia membawa spirit pembebasan. Asumsi ini dikuatkan oleh Muhammad Iqbal yang mengatakan, bahwa ilmu kalam memberikan kontribusi dan pencerahan terhadap pemikiran Islam.
Kelima, gerbang untuk membenahi diri. Pada bagian ini Jad’an menjelaskan, bahwa kemajuan dan dan kehancuran suatu bangsa, sangat ditentukan oleh aksi nyata dalam usaha, kita tidak bisa mengatakan dengan berapologi, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh mereka yang beriman. Karena, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, bergantung pada kaidah-kaidah kausalitas yang logis.

Keenam, nilai, tauhid atau ilmu kalam memang telah merubah pemikiran umat Islam yang kaku dan jumud, namun di samping itu mereka harus tetap mempertahankan nilai-nilai individual dan menjaga pluralitas dalam bermasyarakat. Yang kemudian diringkas menjadi tiga bagian, yaitu: nilai peradaban, nilai tata krama (sopan santun) dan nilai sosial-pilitik. Sedangkan al-Islam wa al-Mustaqbal (Islam dan masa depan) menjadi penutup dari pembahasan buku ini.
   
Di bagian akhir buku ini juga dilengkapi sumber-sumber atau marâji’ yang diambil dari beberapa buku berbahasa Arab dan non-Arab yang sangat terkenal validitasnya. Adapun yang berbahasa Arab, yaitu; Sir Muhammad Iqbal (Tajdîdu at-Tafkîri ad-Dinî fî al-Islâm), Abdurrahman Badawi (Madzâhibu al-Islâmiyîn), Thohir al- Jazairy (al-Jawâhiru al-Kalâmiyyah fî ‘Aqâ’idi al-Islâmiyyah). Sedangkan yang berbahasa non-Arab, diataranya; Malcoml Kerr (Islamic Reform: The polotical and legal in theories of Muhammad Abduh and Rhacid Rida, University of California Press,1966), J. Schacht (Revolution moderne du droit mosulman en Egypte, in. melanges maspero, iii,  Cairo, 1935-1940, pp, 323-334), F. Jadaane (L’influence du stoicesme sue la pensee musulmane, imprimerie Dar al-masreq, Beyrouth, 1968) dan lain sebagainya.
   
Setelah membaca buku ini, ucapkanlah selamat tinggal pada keputusasaan, ketidakpercayaan diri, kegelisahan, kesedihan dan pesimisme. Sambutlah kepercayaan diri, optimisme, keceriaan dan kebahagiaan. Islam sesuai dengan istilah dan syari’atnya adalah melindungi keamaanan dan keselamatan hidup manusia. Dengan tujuan itulah kedamaian dan keadilan bisa tercapai. Tanpa bisa mewujudkan kedamaian dan keadilan, Islam sesungguhnya telah kehilangan tujuannya sendiri. Memahami Islam secara benar dan utuh berarti membuat hidup menjadi lebih damai, produktif, indah dan mudah. Bukan sebaliknya.





Kenalilah dirimu !

Artinya, engkau harus mengenali bakat atau potensi yang diberikan oleh Allah kepadamu. Lalu manfaatkanlah sesuai dengan kodratnya masing-masing; baik dalam bentuk ilmu, amal ataupun pekerjaan. Karena, betapapun setiap orang tahu tempat minumnya, setiap arah ada yang menujunya, dan manusia di bumi ini bermacam-macam jenisnya.
Orang yang berakal akan berfikir akan berhasil menguasai bidang yang digelutinya dengan tekun dan istiqamah. Setiap orang bisa karena terbiasa. Barang siapa memperhatikan kehidupan para sahabat Rasulullah, niscaya akan mendapati bahwa setiap dari mereka memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing. Abu Bakar menjadikan setiap Ghanimah satu bagian.Akan tetapi, dalam menjalankan roda kekholifaan dan kepemimpinan, ia menjalankan dengan adil, zuhud, ikhlas dan jujur.
Jika engkau ingin menjadi pakar di bidang tertentu, baik dalam bidang keilmuan, pekerjaan ataupun keterampilan, selamilah dirimu dahulu, larutlah di dalamnya, terbakarlah dalam kecintaan padanya. Sebab, setiap manusia yang merindukan sesuatu pasti akan berusaha keras meraihnya sendiri sebagaimana dikatakan dalam syair berikut ini:

Lelaki sejati adalah orang yang tidak butuh kepada orang lain
Kemenangan terburuk adalah kemenangan orang bodoh
yang mengukurnya dengan keuntungan hasil dagangnya
Kalau tidak ada kesulitan, semua manusia pasti bahagia
Kemuliaan itu dicari ,keberanian itu butuh pengorbanan
Barang siapa hina akan selalu dihina
Tidaklah menyakitkan luka itu bagi orang mati
Kalau saja tidak karena nyala api
wangi dupa itu tidak akan tercium selamanya
Engkau ingin mencapai kemuliaan dengan mudah
tentu saja engkau harus merasakan sengatan lebah
Maka bersegeralah sebelum engkau tutup usiamu!
dan ingatlah bahwa tidak ada kata untuk istirahat siang dan malam
Jangan katakan:anak muda masih panjang jalannya
Renungkanlah, berapa anak muda yang telah kau kubur